Dengan sorotan lampu vespa yang begitu terang kami menerobos hutan hutan kecil nan gelap gulita karena penerangan yang minim, bukan lagi minim tapi memang benar benar enggak ada, perlu ekstra hat-hati dan konsen yang tinggi biar jalan gk keliru, salah salah masuk jurang nanti, kan gk lucu, haha. tahu sendiri daerah wonosari, jalanan bertebing berkelak kelok dengan jurang-jurang di kiri maupun kanan jalan. Karena selain gelapa jalan memang licin karena hujan mengiringi perjalan kami.
Malam itu kami berangkat berlima, vespa 2 dan satu motor jepangan. Semakin jauh kita berjalan dan hasilnya kami di hadapkan sebuah persimpangan lengkap dengan tanda panah yang bertuliskan, diantara sekian banyak tanda panah ada tulisan yang ingin kami tuju, Tanda panah ke kanan bertuliskan Pantai Pok tunggal, tanpa basa basi kami belokkan setang ke kanan mengikuti jalanan sempit nan gelap. Ya jelas gelap wong mataharinya udah tidur. haha
Sekian ratus meter kami mendapati tandan jika mau ke pantai pok tunggal mesti belok kiri buatan warga sekitar, sejauh itu jalanan masih mulus dengan cor"an di kiri dan kanan pass buat ban mobil. Sekian ratus meter masuk ke dalam, WAW. Jalanan sangat-sangat mulus seperti jerawat batu di muka, haha. bergelombang, menonjol-nonjol dan juga becek. Gubrraakkk,,,,, teman kita yang pakek jepangan jatuh, tergelincir karena licinnya jalan, beruntung langsung rebah dan enggak masuk jurang, bukan meringis kesakitan dia bangun malah ketawa cekikikan, seakan kejadian itu lucu. Lucu kali ya, karena yang pakek vespa enjoy aja, dia malah terseok seok. haha.
Sampai di pantai, ombak menderu-deru menyambut kedatangan kami, seakan terpesonadan terhipnotis dengan indahnya gulungan laut di malam hari, namun itu hanya sejenak karena kami harus cari lokasi yang cocok untuk ngecamp, kami memilih pas di bawah pohon (pok Tunggal). Bagi tugas pun tetap berlaku dan itu memang wajib. Ada yang bikin tenda, ada yang mencari air bersih, ada yang mencari batu sebagai pengganti pasak tenda. Beruntung hujan reda, sehingga kami bisa menyalakan kompor untuk sekedar membuat kopi dan indomie untuk makan malam, meskipun harus berjuang melawan angin laut yang kenceng....
Kami habiskan malam dengan bercengkrama, ngobrol ngalor ngidul, berkelakar dan terkadang nyanyi sembari berteriak. bebas sekali rasanya, tak ada yang mengusik. Tapi itu hanya berlaku beberapa jam (sekitar 4jam) karena hujan kembali menyerang, tapi hujan kali ini lebih lebat dari sebelumnya dengan angin yang kenceng, saking kencengnya tenda pun hampir terbang, Arrgghh, sial. tenda sewaan kami bocor, air hujan masuk ke dalam tenda, serasa percuma kami membawa tenda karena kami tidur dalam genangan air. kami berkumpul di tengah tenda dengan saling mendekatkan punggung dan kaki kami luruskan ke tepi-tepi tenda guna menahan terjangan angin. Awalnya panik namun perlahan semua itu dapat di atasi.
Galery foto selengkapnya https://www.facebook.com/Ammar.scooterist29/media_set?set=a.420348908060625.1073741826.100002565584258&type=3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar