Mboh

Kamis, 06 Juni 2013

Sunrise di Bromo

14 Juny 2012

 Jogja-Malang
 Dari stasiun Tugu tengah malem sampai di Stasiun Trunajaya malang jam 8 pagi. Langsung ke kota cari penginapan murah dan sewa motor. Waktu itu saya sewa motor Vario dengan bandrol 45/hari. Sebelum menuju Bromo saya habiskan waktu di Batu. Turun kembali ke kota dan langsung menuju bromo. Hanya bermodalkan tekat, dan peta jalan dari google maps saya mencari jalur untuk menuju Gunung Bromo. Sempat kebingungan dan hampir tersesat, tapi dengan berani bertanya akhirnya saya dapatkan arah yang benar. Salah beloklah, Kelewatanlah, dan juga bingung sedikit campur rasa ragu. Tapi syukur Alhamdulillah semua itu teratasi. Perjalan ini hanya saya seorang, tanpa teman ataupun leader yang membantu, saya rasa hari itu saya berani sekali. Karena memang rasa ingin tahu saya seperti apa gunung bromo itu yang katanya sangat indah.
Melawati desa desa, perkebunan sayur, belok kiri belok kanan mengikuti petunjuk jalan (plakat) yang ada tulisannya Bromo. Di ujung desa suasana mulai sepi dan saya sedikit ragu, beruntung saat itu ada seorang petani yang sedang berkemas untuk kembali ke tempal tinggalnya. Dari seorang petani itulah saya mendapatkan petunjuk. Ternyata jalanku memang bener, tinggal lurus saja.  Melewati hutan yang lebat, jalanan sempit, menanjak dan berkelok-kelok. Bisa kalian bayangkan, menanjak pakek motor matic. Ngeden bro. haha. ini pengalaman pertamaku menerobos hutan yang sunyi sepi seorang diri. Sempat kebingungan lagi ketika udah sampai di banyak persimpangan, ragu mau belok kiri atau belok kanan, atau malah lurus? Beruntung di waktu yang bersamaan muncul 2 mobil strada  yang sepertinya dengan tujuan yang sama seperti saya. Saya ikuti mobil itu dari belakang, dan benar saja. Mereka dari jakarta dan hendak ke Bromo. Pada saat itu posisinya sudah berada diatas dekat dengan lautan pasir, sudah sangat dekat dengan puncak.
Melewati lautan pasir dengan motor matic, bisa di bayangkan ban terus ngepot san ngepot sini,   keseimbanganlah yang dibutuhkan agar tidak terjerembab di pasir. Sudah magrib dan sedikit sudah terlihat ada pemukiman di atas bibir tebing, langsung saya arahkan motor ke pemukiman itu. Disana saya mampir ke warung mesen kopi, karena cuacanya sangat dingin. Sama si empunya di tawarin tempat singgah, langsung saya terima. karena memang kebetulan sangat capek setelah melewati medan yang cukup ekstrim.
Berbekal cerita dari pemilik warung kalo nanti jam 4 fajar pengunjung banyak menuju pelataran untuk menikmati sunrise, saya pun mempersiakan diri. Tentunya dengan tidur lebih cepat dan bangun secepat mungkin. Bener saja, jam 3 saya terbangun dan sudah terdengar banyak jeep yang lewat, sudah bisa di tebak pasti mau ke pelataran. Saya ikuti jeep jeep itu, karena memang saya tidak tahu jalan. Nyolong arah lebih tepatnya. Haha









Ada cerita seru di balik ini semua. Rambut saya kan gimbal, saya kepang keatas. Banyak sekali turis turis yang suka dan ngjakin poto saya. Suatu kebanggaan tersindiri lah bagi saya. bukan kita lagi yang ngajakin mereka poto tapi malah sebaliknya, merekalah yang meminta saya untuk poto bareng mereka.

Galery foto selengkapnya https://www.facebook.com/Ammar.scooterist29/media_set?set=a.296285493800301.63593.100002565584258&type=3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar